Beranda Bertani Cara Budidaya Lovebird

Cara Budidaya Lovebird

Katipol.com Cara Budidaya Lovebird, Burung Lovebird merupakan salah satu jenis buruk yang banyak dicari oleh pencinta burung karena bentuknya yang cantik dan unik,Burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang berarti “burung”). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies “burung cinta kepala abu-abu” berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidup rata-rata mereka adalah 10 sampai 15 tahun. Sumber :Wikipedia.com

Pemilihan Bibit Lovebird untuk Budidaya

Langkah pertama yang harus ditempuh seseorang ketika ingin memulai usaha budidaya lovebird adalah pemilihan bibit. Beberapa tips berikut ini akan membantu Anda dalam menentukan bibit unggul lovebird untuk calon peternakan yang akan Anda bangun: pilih spesies lovebird dengan paruh yang panjang, besar, tebal, dan berpangkal lebar; serta tampak kuat,
pilih burung dengan kepala besar; karena hal ini menunjukkan mental yang baik,
perhatikan postur burung; yang paling ideal adalah lovebird dengan postur sedang, dipadukan dengan ukuran badan, kaki, ekor, dan panjang leher yang serasi. Dada lebar juga menjadi indikasi bibit lovebird yang baik,
pilihlah lovebird yang sehat, dengan tanda-tanda: lincah, mata cerah dan bersih, kaki besar dan kering, serta memiliki nafsu makan yang baik,
untuk burung dengan kekuatan suara yang oke, pilihlah yang berleher panjang lagi padat dan berisi.

Cara budidaya yang benar dan baik tentu sangat diperlukan. Tetapi, memilih starter lovebird yang bagus tentu menjadi yang paling penting di awal. Usia induk lovebird untuk bibit yang ideal adalah yang masih muda, sekitar 7 bulan hingga 2,5 tahun. Pada usia ini, burung cenderung produktif, apalagi jika didukung dengan makanan tambahan dan perawatan yang baik. Sedangkan burung usianya melebihi 3 tahun umumnya kurang produktif, sehingga tidak bagus untuk prospek usaha ternak lovebird.

Cara Beternak Lovebird

Memelihara lovebird itu tergolong gampang-gampang susah. Bagi para pemula, banyak hal yang harus dipelajari agar usaha budidaya loverbird-nya tidak berujung sia-sia. Bahkan, di fase awal budidaya lovebird, paling tidak orang harus bisa membedakan mana burung jantan dan betina, juga memilah-milih calon induk yang potensial. Cara beternak lovebird yang paling baik adalah dengan memelihara satu atau sepasang burung; tidak langsung dalam jumlah banyak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keturunannya. Untuk selanjutnya, setelah pemilihan induk selesai, ada beberapa bagian dari teknik budidaya lovebird yang harus diperhatikan; termasuk pengaturan sangkar, makanan yang diberikan, perawatan kesehatan dan kebersihan burung, hingga pengawinan burung untuk meneruskan keturunan.

Tempat Tinggal Lovebird

Sangkar untuk tempat tinggal lovebird disarankan berukuran 40x40x80 centimeter, agar burung memiliki ruang gerak yang cukup luas. Pastikan kotak ini bersih dari kotoran. Lain halnya ketika burung hendak bertelur dan berada dalam fase mengerami telur. Yang dibutuhkan adalah kotak dengan ketebalan 2 centimeter dan berukuran 15x20x25 cm. Sedangkan untuk bayi-bayi lovebird yang baru menetas, hendaklah disiapkan kotak 40x40x40 cm dengan instalasi lampu bohlam untuk menghangatkan anak lovebird; 5 watt cukup.

Pemberian Makan

Setelah menyiapkan kandang, langkah selanjutnya dari teknik beternak lovebird adalah pemberian makannya. Selalu ingat bahwa pakan ternak yang berkualitas tinggi akan berdampak positif pada perkembangan lovebird; dan sebaliknya. Umumnya, pakan yang diberikan adalah yang dapat memancing dan meningkatkan birahi si burung, sehingga mempercepat proses perkawinannya. Contoh-contoh pakan yang disarankan adalah kwaci, jagung muda, sawi, dan taoge. Sedangkan untuk bayi lovebird yang baru menetas, makanan yang paling tepat adalah bubur bayi dicampur dengan air.

Kendala Beternak Lovebird

Meskipun pemeliharaan lovebird tidak terlalu sulit untuk dilakukan, terdapat sejumlah kendala yang biasa ditemui alon peternak burung dengan bulu yang cantik ini. Yang paling pertama ditemui adalah kesulitan dalam membedakan burung jantan dan betina. Tips yang bisa dicoba untuk mengatasi hal ini adalah dengan meraba bagian cupit di bawah anusnya. Jika keras, rapat, dan lancip; kemungkinannya jantan. Jika lembek, lebar, dan tumpul; maka betina. Paruh juga bisa membedakan: cenderung melebar itu betina, sedangkan lovebird jantan berparuh meruncing.
Kendala lain yang banyak ditemui selama masa perawatan hingga perkawinan dan penetasan telur adalah sebagai berikut:

serangan hewan lain yang sering mengakibatkan kematian. Hewan yang paling sering mengganggu lovebird adalah tikus;
sulitnya mengawinkan sepasang lovebird; untuk mengatasinya, peternak harus mengetahui dengan baik masa-masa birahi burung serta memberi pakan yang meningkatkan birahi,
telur yang tidak menetas; yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada induk, infeksi bakteri, atau induk yang mandul,
kelainan pada kaki pada anak burung yang baru menetas; salah satu upaya pencegahannya adalah menempatkan induk yang sedang mengerami telurnya di tempat yang tidak licin.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya lovebird semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Budidaya Karet
Artikel berikutnyaCara Budidaya Lobster Air Tawar