Beranda Bertani Cara Budidaya Jahe Merah yang Baik

Cara Budidaya Jahe Merah yang Baik

Katipol.com- Cara Budidaya Jahe Merah yang Baik, Jahe merah merupakan salah satu jenis jahe yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan jamu dan produk kesehatan lainnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

1. Tahap Persiapan Bibit
Sebelum mengetahui cara budidaya jahe merah dalam keranjang, tentu hal utama yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah bibit jahe merah. Untuk pembibitan, tentu seharusnya dipilih bibit yang berkualitas. Bibit jahe merah yang berkualitas adalah bibit yang memenuhi persyaratan mutu fisiologik, mutu genetik, dan mutu fisik. Mutu fisik yaitu berarti bibit bebas hama dan penyakit. Oleh sebab itu, kriteria yang harus dipenuhi diantaranya adalah bahan bibit jahe merah harus diambil langsung dair kebun bukan membeli dari pasar. Selain itu, bahan bibit juga harus dipilih dari tanaman jahe merah yang sudah tua atau berumur sekitar 10 bulan dan tanaman jahe merah harus sehat atau kulit rimpangnya tidak lecet. Setelah mendapatkan bibit jahe merah yang bagus, hal lain yang perlu diperhatikan adalah teknik menanam atau penyemaian bibit. Untuk pertumbuhan bibit jahe yang seragam,cara menanam bibit tersebut tidak boleh ditanam langsung. Sebaiknya bibit dikecambahkan terlebih dahulu. Cara tanam atau penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu.

2. Cara Penamanan Jahe Merah Dalam Keranjang

  • Siapkan keranjang untuk media tanam
    Karena jahe merah akan ditanam dalam keranjang, siapkan keranjang secukupnya. Keranjang tersebut bisa terbuat dari kayu, rotan, atau bambu. Namun, keranjang tersebut harus memiliki dinding yang rapat sehingga tanah di dalam keranjang tidak mudah jatuh atau tercecer dari keranjang. Pilih keranjang yang jaring – jaring tepinya rapat.
  • Isi keranjang dengan tanah
    Setelah keranjang siap, isi keranjang tersebut dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos. Tinggi tanah sebaiknya sekitar 5 cm. Tanaman jahe merah dapat tumbuh subur di tanah yang gembur. Tekstur tanah yang sebaiknya digunakan untuk media tanam adalah tanah liat berpasir, tanah laterik, dan lempung berpasir.
  • Masukkan bibit jahe yang akan di tanam
    Tanam bibit – bibit jahe yang sudah dipersiapkan sebelumnya di dalam keranjang. Kemudian timbun bibi tersebut dengan tanah sekitar 2 sampai 5 cm.
  • Siram tanah dalam keranjang
    Setelah ditanam, sirami keranjang berisi bibit jahe dan tanah tersebut sampai tanah menjadi basah. Namun jangan sampai air yang digunakan terlalu banyak
  • Letakkan keranjang berisi bibit jahe di tempat yang terbuka dan mendapatkan cukup sinar matahari
    Sirami tanaman jahe merah dua kali sehari sebaiknya setiap pagi dan sore dengan air secukupnya. Pastikan tanah berada dalam keadaan lembab
    Ketika jahe sudah mulai tumbuh besar dan rimpang jahe sudah mulai terlihat, timbun lagi dengan tanah sekitar 5 sampai 10 cm. Lakukan hal ini secara berulang sampai keranjang menjadi penuh.
    Setelah keranjang terisi penuh dan tidak dapat ditimbun tanah lagi, tunggu selama 3 sampai 4 bulan. Setelah itu, jahe merah pun sudah siap panen.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya jahe merah yang baik semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menanam.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Budidaya Padi Sawah
Artikel berikutnyaCara Budidaya Jagung Manis