Beranda Bertani Cara Budidaya Kelapa Sawit

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Katipol.com- Cara Budidaya Kelapa Sawit, Kelapa sawit merupakan salah satu jenis kelapa yang memiliki ciri berduri dan umumnya memiliki warna merah. Kelapa sawit banyak digunakan sebagai bahan pembuatan beberapa produk seperti minyak goreng, sabun, dan masih banyak produk lainnya yang sangat tekenal,

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Hasil Olahan Kelapa Sawit

Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]

Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.

Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.

Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 °C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Sumber :Wikipedia.com

Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.

1. Benih
Teknologi dalam pembibitan kelapa sawit sudah sangat berkembang. Di bidang penelitian, peneliti sudah mampu membudidayakan kelapa sawit lewat kultur jaringan yang akan mempertahankan kualitas produksi buah kelapa sawitsama persis dengan pohon induk. Akan tetapi, teknik kultur jaringan tentu akan terlalu rumit dilakukan oleh pekebun sehingga ada baiknya pekebun memilih sumber bibit yang lebih mudah seperti lewat benih kelapa sawit yang disediakan oleh balai penelitian kelapa sawit. Pekebun juga bisa menyediakan benih sendiri dengan cara mengontrol penyerbukan bunga betina pohon induk.

2. Tips Pembibitan
Setelah mendapatkan benih kelapa sawit dengan kualitas yang baik, pembibitan harus dilakukan di lahan datar dan tidak jauh dari sumber air. Sebagai tips ntuk mempermudah penanaman kelak, ada baiknya lokasi pembibitan terletak di tengah areal yang akan ditanami kelapa sawit. Lahan pembibitan harus bersih dari gulma dan dilengkapi dengan alat penyiraman, jalan, dan drainase.

3. Teknik Pembibitan
Pekebun bisa menggunakan dua teknik budidaya pembibitan yakni dengan cara langsung di polibag tanpa proses dederan dan dengan cara tidak langsung yang meliputi dua tahap berupa tiga bulan tahap pembibitan awal atau dederan dan sembilan bulan tahap pembibitan utama. Selama proses pembibitan, bibit perlu disiram dua kali sehari, dipupuk, dan diseleksi untuk mendapatkan bibit yang mampu tumbuh optimal di lahan tanam.

4. Syarat Tumbuh Optimal
Petani boleh saja menerapkan teknik menanam kelapa sawit tingkat tinggi yang melibatkan berbagai teknologi maju, tetapi teknik tersebut tidak akan membawa hasil yang optimal selama syarat tumbuh optimal tanaman kelapa sawit tidak dipenuhi. Kelapa sawit sangat cocok ditanam di daerah tropis dengan curah hujan rata-rata 1.500-3.00 mm per tahun. Kelapa sawit akan tumbuh optimal di dataran rendah dengan ketinggian 200-400 meter di atas permukaan laut.

5. Penyinaran, Suhu, dan Karakteristik Tanah
Kelapa sawit akan tumbuh dengan baik apabila lama penyinaran langsung matahari 1-7 jam setiap harinya. Buah kelapa sawit yang dihasilkan akan jauh lebih optimal saat tanaman tersebut tumbuh di daerah dengan suhu rata-rata 25-27 derajat Celcius. Tanaman kelapa sawit menuntut tanah yang gembur, subur, dan mempunyai drainase baik untuk tumbuh optimal dengan pH tanah 4,0-6,5.

6. Persiapan Lahan Tanam
Persiapan lahan sangat tergantung pada area perkebunan yang akan ditanami. Ada beberapa jenis area yang akan menjadi lokasi ideal penanaman kelapa sawit seperti bukaan baru pada area hutan primer dan sekunder atau area yang ditumbuhi ilalang maupun semak belukar. Selain itu, ada pula lahan konversi yang merupakan lahan yang pernah digunakan sebelumnya untuk perkebunan tanaman jenis lain. Lahan bukaan ulang merupakan lahan tanam kelapa sawit yang sebelumnya ditanami kelapa sawit.

7. Tahap Pembukaan Lahan Mekanis
Jika lahan sebelumnya berupa hutan atau area koversi dengan pohon yang tumbuh menjulang, pembukaan lahan secara mekanis perlu dilakukan yang diawali dengan pembabatan pendahuluan, penumbangan, perencekan, penumpukan, dan pembakaran pohon.

8. Penanaman Kelapa Sawit
Ada beberapa tahap persiapan penanaman yang sangat penting dan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi buah kelapa sawit itu sendiri. Pengajiran merupakan tahap yang sangat penting untuk menentukan jarak tanam antar pohon. Pengajiran dilakukan dengan sistem jarak tanam segitiga sama sisi berukuran 9 x 9 x 9 meter dengan populasi 143 pohon setiap hektarnya. Selain itu, pekebun juga bisa menerapkan jarak 9,5 x 9,5 x 9,5 meter dengan populasi per hektar sekitar 128 pohon.

9. Penanaman Bibit dan Tanaman Kacangan
Pembuatan lubang pohon bisa dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit dengan ukuran 60 x 60 x 60 meter atau 50 x 40 x 40 meter sesuai dengan titik tanam yang ditentukan lewat pengajiran. Barulah bibit bisa ditanam sesuai waktu yang ditentukan. Umumnya cara menanam kelapa sawit akan diikuti dengan penanaman tanaman penutup tanah antara pohon berupa tanaman kacangan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit.

10. Pengendalian Gulma dan Pemupukan
Pengendalian gulma merupakan bagian cara tanam kelapa sawit yang sangat penting karena gulma akan sangat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Gulma bisa dikendalikan secara manual, kimia, dan kultur teknis. Pemupukan juga merupakan proses yang penting dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan ukuran dan diberikan sesuai dengan jadwal. Selain itu, pekebun juga harus menjadwalkan pemangkasan teratur serta pengendalian hama dan penyakit agar produksi tandan kelapa sawit optimal.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya kelapa sawit semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berbudidaya.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Budidaya Bawang Prei
Artikel berikutnyaCara Budidaya Ubi Jalar