Beranda Bertani Cara Budidaya Sorgum

Cara Budidaya Sorgum

Katipol.com – Cara Budidaya Sorgum, Sorgum (Sorghum spp.) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara. Sumber : Wikipedia

Berikut 10 manfaat sorgum untuk kesehatan

1. KESEHATAN PENCERNAAN
Sepertinya kebanyakan makanan sehat, sorgum juga mengandung serat yang berfungsi meningkatkan sistem pencernaan. Satu porsi tunggal sorgum mengandung 48% dari asupan harian yang direkomendasikan untuk mengkonsumsi serat.

Hal ini berarti saluran pencernaan akan menyimpan makanan dan mencerna dengan cepat, sehingga dapat mencegah hal-hal seperti kram, kembung, sembelit, sakit perut, kelebihan gas, dan diare.

2. KESEHATAN JANTUNG
Jumlah serat yang diperoleh dari mengkonsumsi sorgum akan membantu tubuh untuk mengikis kolesterol berbahaya (LDL), sehingga akan meningkatkan kesehatan jantung dan melindungi tubuh dari kondisi seperti aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke.

3. MENCEGAH KANKER
Lapisan butir sorgum mengandung antioksidan penting yang tidak ditemukan di banyak jenis makanan lain. Dibandingkan dengan gandum dan jagung, antioksidan dalam sorgum ini lebih efektif mengurangi pertumbuhan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kerongkongan.

4. MENGONTROL DIABETES
Sorgum memiliki enzim yang dapat menghambat penyerapan pati oleh tubuh, membantu mengatur insulin dan dapat mengatur kadar glukosa dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita diabetes tidak akan mengalami peningkatan kadar glukosa, sehingga akan mencegah shock diabetes dan komplikasi kesehatan lainnya.

5. MENGONTROL CELIAC
Meskipun celiac tergolong penyakit baru, akan tetapi penyakit ini banyak menyita perhatian dunia. Penyakit celiac adalah alergi parah terhadap gluten, yang terutama ditemukan dalam produk gandum.

Akan tetapi, sorgum termasuk biji-bijian yang dapat dikonsumsi dengan aman oleh mereka yang menderita celiac ini tanpa peradangan yang menyakitkan, mual, dan kerusakan gastrointestinal yang disebabkan oleh gluten.

6. KESEHATAN TULANG
Magnesium tinggi yang terdapat dalam sorgum akan meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Mineral ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan jaringan tulang dan mempercepat penyembuhan tulang yang rusak atau mengalami penuaan. Sehingga, sorgum juga dapat bermanfaat untuk mencegah kondisi seperti osteoporosis dan arthritis.

7. PERKEMBANGAN SEL DARAH MERAH
Sorgum juga mengandung tembaga, dimana tembaga ini dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Hal inilah yang akan menurunkan risiko terkena anemia. Dengan tercukupinya zat besi dan tembaga dalam sistem tubuh, maka akan meningkatkan perkembangan sel darah merah.

Perkembangan sel darah merah ini juga akan meningkatkan sirkulasi darah, merangsang dan memperbaiki pertumbuhan sel, serta meningkatkan pertumbuhan rambut dari kulit kepala.

8. KESTABILAN ENERGI
Niacin (vitamin B3) adalah komponen kunci yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar bagi tubuh. Sorgum mengandung 28% dari asupan yang direkomendasikan niacin per hari, sehingga dengan mengkonsumsi sorgum dapat memperlancar metabolisme yang akan meningkatkan kestabilan energi dalam tubuh.

9. KESEHATAN TIROID
Mangan adalah komponen dari tiroksin yang merupakan hormon penting dalam kelenjar tiroid. Sorgum kaya akan mangan yang bermanfaat untuk membantu fungsi kelenjar tiroid dalam tubuh.

10. MENINGKATKAN DAYA KOGNITIF
Fungsi otak dan neurotransmitter berasal dari fosfor. Fosfor yang terkandung dalam sorgum akan membantu menjaga respon emosi, neuron dan hormon, sehingga akan mencegah terjadinya penurunan daya kognitif dan gangguan usia seperti penyakit alzheimer.

Berikut adalah cara budidaya sorgum

1. Penyiapan Lahan Budidaya Salak Pondoh
Pada hakikatnya, cara budidaya sorgum dapat ditanam di semua jenis tanah, dari yang kering (kurang air) hingga yang basah. Untuk cara menanam, olah dan gemburkan lahan terlebih dahulu dengan cara mencangkuli atau membajaknya. Langkah-langkah yang harus dilakukan, cara tanam pada akhir musim penghujan atau awal musim kemarau. Jarak tanam dapat menyesuaikan varietas yang hendak ditanam. Namun sebagai patokan teknik budidaya, varietas dengan ukuran pendek dan sedang memerlukan jarak tanam yang lebih dekat daripada jarak tanam varietas dengan ukuran yang lebih tinggi. Untuk monokultur, 40 x 20 cm per 2 tanaman/lubang, 30 x 20 cm per 1 tanaman/lubang. Sementara untuk polikultur, 200 x 25 cm (satu baris), 75 x 25 x 400 cm (dua baris), dengan benih ditanam secara ditugal 3-5 biji per lubang.

2. Proses Budidaya Salak Pondoh
Pemupukan. Pemupukan tanaman sorgum dilakukan dengan pupuk kandang maupun pupuk buatan NPK dengan kebutuhan paling banyak akan nitrogen, dengan dosis pada umumnya, 200 kg Urea, 50 kg KCl 50 kg KCl , dan 100 kg TSP (atau SP36).
Penyiangan. Rajin-rajinlah dalam menyiangi untuk membersihkan lahan sorgum dari hama tanaman (gulma). Cabut atau cangkul tanaman pengganggu sampai seakar-akarnya.

3. Penggemburan. Penggemburan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman salak pondoh dan menimbunkan tanah menjadi gundukan-gundukan di pangkal salak pondoh dengan tujuan menguatkan batang tanaman.
Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama (serangga, dan lain-lain.) dan penyakit untuk tindakan preventif.

Sebagaimana pada proses penanaman tanaman (budidaya, perkebunan, kehutanan, dan sebagainya) lainnya, rajin-rajinlah melakukan penyemprotan insektisida dan pestisida, asal dosisnya sesuai anjuran serta tanpa berlebihan dalam pelaksanaannya. Sorgum sudah siap panen sekitar 3 sampai 4 bulan, sesuai varietasnya, dengan ciri umum daun menguning, biji pecah kalau digigit, dan kadar tepung pada biji-bijinya telah mencapai maksimal.

Perlakuan pasca panen. Perlakuan pasca panen adalah dengan pengeringan, perontokan, dan penyimpanan. Pengeringan dilakukan dengan menjemur hasil panen salak pondoh selama lebih-kurang 60 jam sampai kadar airnya tinggal tersisa 10-12% supaya saat disimpan tidak timbul jamur. Perontokan dilakukan secara modern menggunakan mesin perontok sorgum maupun secara tradisional melalui proses pemukulan memakai kayu hingga biji terlepas. Penyimpanan dilakukan di gudang yang kering dan tidak lembap serta dengan bahan padat selain dari bahan besi, dan sebelumnya biji harus dalam keadaan utuh, bersih, dan kering.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya sorgum semoga artikel kali ini bermanfaat dan selamat mencoba.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Budidaya Asparagus
Artikel berikutnyaCara Budidaya Pare