Beranda Bertani Cara Budidaya Bawang Merah

Cara Budidaya Bawang Merah

Katipol.com – Cara Budidaya Bawang Merah, Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia, berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis. Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur. Sumber : Wikipedia.com

1. Tahap Awal Budidaya Bawang Merah
Tahapan awal dari teknik budidaya bawang merah mengacu pada fase penanaman. Sebagaimana budidaya pohon atau tanaman lainnya, bawang merah pun mengharuskan adanya cara tanam yang baik dan benar, untuk menghasillkan umbi yang bermutu dan berjumlah banyak.

Beberapa hal terkait tahap penanaman bawang merah adalah sebagai berikut:

– Waktu tanam
Meskipun bawang merah tergolong tidak ‘bersahabat’ dengan tempat tanam yang mengandung banyak air, tanaman berumbi ini tetap membutuhkan air dalam jumlah besar pada saat proses tanamnya, terutama ketika umbi mulai terbentuk. Oleh karenanya, tidak disarankan untuk melakukan penanaman saat musim hujan. Waktu tanam yang paling tepat adalah pada kisaran bulan April hingga Oktober; atau pada musim kemarau; tentu saja dengan syarat pengairan yang bagus.

Selain memperhatikan musim, cuaca ketika menanam pun harus diperhatikan. Tanamlah bibit bawang merah saat cuaca cerah. Hindari masa-masa pancaroba dengan angin keringnya; karena akan membuat tanaman kering. Udara bercampur kabut pun hendaknya dihindari agar penyakit karena jamur dapat dicegah.

– Pembibitan
Untuk mendapatkan bibit bawang merah, Anda bisa melakukan pembibitan sendiri (dengan menggunakan umbi) atau langsung membeli bibit untuk praktisnya. Agar menghasilkan tanaman yang berkualitas, bibit harus dipilih dengan hati-hati. Bibit yang baik adalah yang berasal dari umbi sehat, memiliki titik-titik tempat tumbuh akar; atau yang tunasnya telah bermunculan.

– Penanganan bibit
Sebelum ditanam, bibit bawang merah dibersihkan dari kulit luar yang kering. Setelah itu, potonglah bagian ujung dari umbi bawang; tetapi tidak sampai memotong tunas yang ada. Keringkan bekas potongan sebelum umbi ditanam.

– Pengolahan tanah
Sebelum ditanami, lahan harus digemburkan agar bibit dapat tumbuh dengan lebih mudah. Selain itu, tanaman pengganggu di sekitarnya pun harus dibersihkan terlebih dahulu.

Usai pembersihan, buatlah bedengan-bedengan dengan parit sebagai pembatas antar bedengan. Sekitar satu minggu sebelum umbi bawang merah ditanam, tambahkan pupuk pada bedengan. Alirkan air ke bedengan tepat satu hari sebelum umbi mulai ditanam.

2. Pengaturan jarak tanam
Jarak tanam ideal berkisar antara 15×15 hingga 15×20; bergantung pada jumlah bibit yang ada. Semakin rapat jaraknya, semakin banyak bibit yang diperlukan; dan sebaliknya.

3. Cara menanam
Cara menanam bibit bawang merah adalah dengan memasukkan umbi ke dalam lubang kecil yang dibuat di bedengan. Untuk menghindari pembusukan, sebaiknya umbi tidak dimasukkan terlampau dalam ke tanah.

4. Pemeliharaaan dan Panen
Upaya pemeliharaan tanaman bawang merah mencakup pengairan yang dilakukan secara teratur tetapi tidak dalam volume besar, pemupukan (dua kai), penyemprotan pestisida atau zat kimia lainnya untuk pencegahan hama, serta penyiangan bedengan dan area sekitarnya.

Untuk panen, biasanya bawang merah bisa diunduh hasilnya setelah berumur 70 sampai 90 hari.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya bawang merah, selamat mencoba dan semoga sukses.

BERBAGI
Loading...
Artikel sebelumyaCara Sukes Budidaya Apel
Artikel berikutnyaCara Sukses Budidaya Kurma