Tuesday, January 23, 2018

Cara Budidaya Jagung Manis

Katipol.comCara Budidaya Jagung Manis, Buah Jagung merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan manfaat yang cukup baik bagi manusia, diindonesia jagung sudah banyak diolah menjadi berbagi jenis masakan.

Jagung manis (Zea mays Kelompok Saccharata) adalah salah satu kelompok budidaya/kelompok kultivar jagung yang cukup penting secara komersial, setelah jagung biasa (juga biasa disebut jagung ladang atau field corn). Keistimewaannya adalah kandungan gula (terutama sukrosa) yang tinggi pada waktu dipanen. Pemanenan untuk produksi selalu dilakukan pada saat muda (tahap "masak susu", kira-kira 18-22 hari setelah penyerbukan terjadi).

Rasa manis pada waktu panen terjadi karena jagung ini mengalami mutasi pada satu atau beberapa gen yang mengatur pembentukan rantai polisakarida, sehingga bulir-bulir jagungnya gagal membentuk pati dalam jumlah yang cukup banyak. Akibat kegagalan ini, ketika mengering bulirnya akan mengeriput.

Berbeda dengan jagung ladang, jagung manis biasanya tidak dijual sebagai pakan ternak, melainkan sebagai konsumsi manusia. Pengolahan jagung ini dapat direbus, dibakar, maupun dijadikan bubur. Jagung manis dalam klasifikasi perdagangan dikelompokkan sebagai sayur-sayuran meskipun jagung ladang dikelompokkan sebagai palawija. Ini disebabkan karena jagung manis dijual segar dan mudah rusak (perishable). Rasa manis tidak bertahan lama (satu sampai empat hari saja) sehingga "masa simpan" menjadi salah satu penentu kualitas yang penting.

1. Teknik Penanaman
Nah, teknik menanam jagung juga sangat mudah dan sederhana. Anda harus mengawali itu dari pemilihan bibit-bibit sebelum ditanam. Paling baik adalah bibit hybrid yang telah diakui secara fisiologi dan genetik. Untuk setiap 1 hektar lahan, Anda bisa menanam sekitar 20 hingga 30 kilogram. Untuk mencapai hasil maksimal, pastikan bahwa di malam hari Anda merendam bibit-bibit tersebut di larutan POC NASA dengan takaran 2-4 cc untuk setiap liter.

2. Persiapan Lahan
Bagaimana dengan persiapan lahan? Bersihkanlah lahan dari tanaman-tanaman sebelumnya. Jangan buang sisa-sisa tanaman tersebut. Anda akan mencampurnya dengan lahan yang akan diolah. Bagaimana caranya? Bakarlah tanaman-tanaman tersebut hingga menjadi abu. Lalu campurlah sisa-sisa abu tersebut ke dalam tanah dan olahlah dengan cangkul atau bajak. Itu akan memudahkan cara menanam sekaligus menunjang proses pembungaan secara optimal. Ukuran pH yang paling tepat adalah sekitar 5 pH dan jika sebuah lahan kurang dari itu, sebaiknya campurkan pupuk kandang dengan GLIO. Lakukan langkah-langkah tersebut lebih kurang 1 bulan sebelum ditanami jagung manis.

Ada beberapa cara tanam yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan. Pertama adalah intercropping atau biasa disebut tumpang sari, multiple cropping atau tumpang gilir yang bisa dilakukan dengan berantai tergantung dengan faktor hasil panen, relay cropping atau menyelipkan beberapa tanaman berbeda selain jagung manis dan mixed cropping atau teknik campuran tanpa pengaturan jarak. Tapi Anda perlu tahu bahwa bercocok tanam dengan teknik campuran akan rentan terhadap ancaman penyakit dan hama.

3. Kedalaman Tanah
Untuk teknik penanaman, ada beberapa tips yang berkaitan dengan lubang untuk bibit jagung. Sebaiknya, galilah kedalaman tanah hingga 5 cm dan pastikan bahwa 1 bibit hanya untuk 1 lubang. Dan Anda harus memperhatikan jarak penanaman yang disesuaikan dengan usia tanaman. Kadang, ada beberapa masalah seperti batang tanaman yang tidak sempurna atau cenderung mengganggu tanaman lain. Nah, potonglah beberapa bagian yang mengganggu tersebut. Jangan sekali-sekali mencabutnya karena itu akan berpengaruh akar tanaman di sekitarnya. Jika perlu, Anda hanya perlu memotong batang yang tak bagus.

Setiap dua minggu sekali lakukan penyiangan. Paling baik adalah melakukannya setengah bulan sejak pembibitan. Umumnya di masa itu, akar akan lebih kuat jadi tak perlu khawatir akan merusak tanaman lain. Anda mungkin masih menungu agak lama hingga bibit tersebut menjadi pohon yang Anda inginkan. Oleh sebab itu, lakukan perawatan secara tertatur dengan menyirami bibit-bibit yang telah ditanam. Namun jika kelembaban tanah cukup meyakinkan, Anda tak perlu menyirami banyak air. Sedangkan di saat masa pembungaan, alirkan air di antara tanaman jagung untuk memercepat sekaligus meningkatkan hasil panen.

4. Waspadai Ancaman Hama dan Jamur
Sementara itu, Anda perlu mewaspadai ancaman hama dan penyakit terhadap kebun jagung manis Anda. Gunakanlah pestisida sebagai perlindungan bagi lahan tersebut. Hingga masa panen, rawatlah secara teratur dan usahakan untuk tidak mengabaikan gangguan sekecil apa pun. Masa panen adalah saat menyenangkan apalagi ketika Anda memutar tongkol jagung dan mengupas kulitnya. Keringkanlah jagung dengan mesin atau cukup dijemur selama kira-kira seminggu. Hal ini akan tergantung pada cuaca yang stabil. Saat memipil butiran-butiran jagung, Anda bisa memilih cara manual atau menggunakan mesin penggiling. Pisahkanlah butiran-butiran yang tidak layak supaya menghindarkan dari hama atau jamur yang menempel. Proses pemilihan biji-biji jagung juga bisa menjadi aktivitas menyenangkan sekaligus mengevaluasi hasil panen Anda selama beberapa waktu.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai cara budidaya jagung manis semoga artikel ini bermanfaat dan selamat menanam.



Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post