Monday, January 22, 2018

Cara Budidaya Kroto

Katipol.com - Cara Budidaya Kroto, Kroto merupakan telur yang dihasilkan oleh semut, biasanya kroto ini digunakan sebagai pakan, baik makanan ikan maupun burung. Kroto merupakan hasil dari telur semut rangrang , awal mula kroto tersebut berawal dari larva kroto yang sangat kecil , kemudian dari larva kroto yang sangat kecil tersebut berkembang semakin membesar dan semakin berbentuk seperti semut yang yang diselimuti selaput putih , dan itulah yang disebut kroto.

Semut rangrang karakteristik semut ini merupakan : (Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam". Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya. Serangga ini bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen "galak". Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Karena perilaku ini, banyak pemilik pohon buah di Asia Tenggara memanfaatkannya untuk menjagabuah yang mulai ranum. Selain sebagai penjaga, rangrang dimanfaatkan manusia sebagai sumber pakan burung berkicau peliharaan.Larvanya dikenal sebagai kroto dan disukai oleh burung pemakan serangga. Kroto merupakan komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani.

Langkah-Langkah Berternak Semut Merah

Untuk berternak semut merah dengan sukses ada banyak tips yang bisa anda gunakan. Tips-tips merawat tersebut biasanya bisa didapat dari majalah pertanian seperti majalah trubus atau bisa juga anda dapatkan dari internet yang sebagian besar artikel yang ada adalah tentang cara beternak semut merah. Artikel-artikel tersebut ditulis oleh orang-orang yang ahli dalam hal menangkarkan semut atau para peternak semut yang sudah sejak lama meraup untung dengan mebiakkan semut dan mendapat untung dari menjual kroto. Langkah pertama yang harus anda lakukan untnuk berternak semut merah tanpa pohon adalah mempersiapkan sarang semut. Sarang semut bisa dibuat dari banyak benda misalnya Galon air, ember, botol-botol air minum dan sebagainya. Sarang macam ini lebih awet daripada anda membuat sarang dari daun-daun pohon.

Membuat Semut Betah di Sarang Buatan

Yang harus anda perhatikan bahwa sarang yang anda buat harus bersih dari berbagai serangga dan bersih dari kotoran sehingga sebaiknya anda mencuci terlebih dahulu calon sarang semut tersebut dan dijemur. Sarang sebaiknya diberi sedikit dedaunan untuk memberi rasa nyaman kepada semut yang akan bersarang. Setelah sarang siap maka yang harus anda lakukan adalah mencari sarang semut merah dan memotongnya. Teknik beternak semut semacam ini sudah cukup populer dan setelah dipotong maka dahan tersebut dimasukkan kedalam sarang baru. Untuk memastikan semut mau bersarang, maka anda harus menyediakan makanan yang disukai semut merah yaitu daging, hewan kecil, cairan manis. Daging yang diberikan bukan dalam bentuk potongan namun cukup tulang-tulang sisa makanan anda. Setelah semut sudah nyaman bersarang maka anda cukup merawatnya dengan telaten agar produksi kroto cepat dan jumlahnya banyak. Cara memelihara semut merah tidak susah, asal makanan cukup bagi mereka, maka jumlah kroto yang dihasilkan akan banyak.

Memelihara Kroto

Untuk mendapatkan hasil kroto yang banyak maka cara budidaya yang baik harus anda ketahui. Jangan biarkan ada musuh semut datang kesarang seperti tikus, kecoa, serangga pemakan semut dan sebagainya. Letakkan sarang semut pada tempat yang cukup sinar matahari dan mempunyai sirkulasi udara yang cukup baik. Pantau setiap hari jumlah makanan yang tersedia. Pastikan semut tidak pernah kehabisan makanan agar mereka tidak mencoba kabur dari tempat anda memelihara mereka.

Memanen Kroto

Teknik budidaya semut merah selanjutnya adalah memanen kroto. Seperti dikatakan diatas, kroto adalah telur semut dan setelah semut merah berhasil anda ternakkan, maka anda bisa memanen kroto setiap sepuluh hari. Perkiraan kasar semut merah menghasilkan sekitar 1Kg kroto setiap sepuluh hari oleh sebab itu anda bisa memanen krotosetiap sepuluh hari. Jumlah keuntungan anda tergantung berapa sarang yang anda punyai untuk berternak semut tersebut. Semakin banyak sarang yang anda punyai maka semakin banyak potensi keuntungan yang anda punyai. Saat memanen, usahakan anda tidak merusak sarang agar anda bisa terus-terusan memanen kroto. Pada saat memanen, sisakan sedikit kroto untuk mempertahankan jumlah semut yang ada disarang sehingga ada regenerasi. Kroto bisa dipanen beberapa kali setelah itu biasanya Ratu semut akan mati dan proses produksi kroto akan terhenti kecuali koloni semut yang anda piara mampu mempunyai ratu baru lagi.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya kroto, semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba.



Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post