Tuesday, January 23, 2018

Cara Budidaya Porang

Katipol.com - Cara Budidaya Porang, Budidaya porang bukan seperti dalam bahasa batak ia gays :D, budidaya porang yang dimaksud yakni Iles-iles atau porang (Amorphophallus muelleri Bl.) adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, iles-iles sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebut.

Cara Budidaya Tanaman Porang


a. Syarat Tumbuh
Tanaman Porang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Tanaman Porang membutuhkan cahaya maksimum hingga 40%. Tanaman Porang dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0 – 700 mdpl tapi yang paling paik adalah daerah dengan ketinggian 100 – 600 mdpl. Tanaman Porang menghendaki tanah yang gembur dan subur serta tidak tergenang air dengan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 6 – 7,


b. Teknik Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tanaman Porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan perkembangan bibit porang yaitu:

1. Perkembangbiakan dengan Bintil atau Katak
Dalam 1 kg bintil atau katak berisi sekitar 100 bintil atau katak. Pada masa panen bintil atau katak dikumpulkan kemudian di simpan hingga memasuki musim hujan dapat langsung di tanam pada lahan yang telah disiapkan.

2. Perkembangbiakan dengan Biji atau Buah
Dalam kurun waktu empat tahun tanaman porang akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam satu tongkol buah dapat menghasilkan biji hingga 250 biji yang nantinya dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara di semai terlebih dahulu.

3. Perkembangbiakan dengan Umbi
Ada dua jenis perkembangbiakan dengan umbi yaitu dengan umbi kecil dan umbi besar.
Umbi kecil didapatkan dengan melakukan pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat dan perlu penjarangan. Tanaman hasil penjarangan dikumpulkan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit. Sedangkan apabila menggunakan umbi besar dapat dilakukan dengan cara umbi besar yang telah diperoleh dibagi menjadi beberapa bagian selanjutnya ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

c. Cara Menanam Porang
Menanam porang yang baik tentu saja dibawah naungan pohon-pohon besar seperti pohon jati atau yang lainnya. Dengan menggunakan sistem bercocok tanam tumpang sari tersebut maka akan lebih mudah melakukan perawatan.

d. Pemanenan Porang
Porang dapat dipanen setelah 3 tahun setelah tanam. Cara memanen porang ini yaitu dengan cara mengambil umbi yang paling besar dan umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan tanam agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh kembali. Setelah umbi dipanen kemudian dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian di potong lalu dijemur, memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

e. Penentuan Kualitas Porang
Jika salah memotong dan porang tidak kering pada saat proses penjemuran, maka pada umbi akan ditumbuhi jamur. Dengan tumbuhnya jamur pada potongan porang maka akan menurun nilai rupiah yang akan didapatkan karena kualitas potongan porang tidak bagus.

Demikian artikel kali ini mengenai cara budidaya porang, semoga artikel kami kali ini bermanfaat dan selamat menanam.



Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post