Tuesday, January 23, 2018

Cara Sukses Budidaya Blewah

Katipol.comCara Sukses Budidaya BlewahBlewah (Cucumis melo L. Kelompok Cantalupensis) adalah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, seperti juga labu dan mentimun.

Blewah umumnya berbentuk bulat lonjong, dengan kulit berwarna jingga terang dengan bercak kehijauan. Di balik kulit buah yang tipis, terdapat daging buah yang relatif lembut dan bertekstur. Di bagian dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat.

1. Cara Budidaya Blewah
Cara budidaya blewah tidaklah susah, namun sangatlah mudah, efisien, dan tidak memerlukan biaya banyak. Cara menanam blewah kurang lebih sama dengan penanaman semangka. Teknik budidaya dimulai dengan penyiapan lahan tanah yang telah dilubangi. Akan lebih baik jika tanah tersebut juga dibajak. Kemudian, tanah tersebut diberi pupuk kandang. Untuk menjaga kadar kelembaban tanah, dolomit bisa digunakan setelah penaburan pupuk kandang. Kadar kelembaban tanah sebaiknya dijaga untuk mendapatkan kualitas tumbuhan yang baik. Selanjutnya, tanah diberi pupuk kimia dengan dosis 200 kg per hektar. Sebaiknya hal ini juga diperhatikan karena penggunaan dosis berlebih juga tidak baik untuk tanaman tersebut.

2. Penanaman Blewah
Sementara itu, di tempat lain, benih blewah yang akan ditanam sebaiknya disiapkan terlebih dahulu. Benih blewah direndam dengan air selama kurang lebih 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga benih agar tidak mengalami kekeringan. Jika benih blewah tidak direndam, maka biji tersebut bisa menjadi kering dan tidak akan bisa tumbuh menjadi buah setelah ditanam. Setelah direndam selama satu hari, benih segera dibawa ke lahanpenanaman. Cara tanam blewah adalah dengan menaburkan dua atau tiga benih blewah ke dalam lubang tanah. Kemudian, lubang tanah yang telah dimasuki benih blewah tersebut ditimbun kembali dengan tanah. Jarak tanam adalah 70 cm untuk memberi celah ketika buah blewah telah tumbuh.

3. Perawatan Tanaman Blewah
Agar mendapatkan hasil tanaman blewah yang berkualitas, perawatan blewah harus dilakukan dengan baik. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur 7 hari, 20 hari, dan 35 hari. Pupuk yang digunakan harus dicampur dengan air. Setelah itu, pupuk yang telah bercampur dengan air itu bisa disiramkan ke seluruh tanaman blewah secara merata. Baik pupuk kandang seperti kotoran ayam dan sisa dedaunan maupun pupuk kimia seperti urea bisa digunakan untuk pemupukan blewah. Jika perawatan tidak dilakukan dengan maksimal, tidak menutup kemungkinan tanaman akan terserang penyakit yang nantinya akan membuat kualitas buah yang dihasilkan menjadi buruk. Petani blewah kemungkinan juga akan mengalami kerugian.

4. Panen
Buah blewah mulai bisa dipanen ketika telah berumur 50 hari. Dua kali panen bisa terjadi dalam sekali tanam. Jika penanaman dan perawatan dilakukan dengan maksimal, maka buah yang dihasilkan juga akan baik dan tidak cacat. Setelah dipanen, blewah bisa mulai dijual ke pasar-pasar tradisional, atau bisa juga ke luar kota untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Pembudidayaan blewah bisa dilakukan di mana saja, tanpa mengenal jenis tanah maupun iklim daerah di tempat pembudidayaan. Yang paling penting adalah bagaimana cara merawat blewah yang baik agar hasil yang didapatkan juga bisa maksimal dan menguntungkan. Hal ini juga bisa dilakukan siapa saja karena proses pembudidayaannya sangatlah mudah.

Demikian artikel kali ini mengenai cara sukses budidaya blewah kali ini selamat mencoba dan semoga sukses.



Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post